
JAKARTA - Pakar komunikasi politik dari Universitas
Paramadina, Hendri Satrio menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus
membuktikan kepada masyarakat, bagaimana mengambil langkah-langkah untuk
menyelamatkan stabilitas ekonomi. Bukan lagi hanya berjanji kepada
rakyat.
"Sekarang ini pemerintah bicara yang riil saja, jangan lagi pakai teori akan lagi-akan lagi," kata Hendri dalam sebuah diskusi dikawasan Cikini, Jakarta, Minggu (6/9/2015).
Dia pun mengaku lebih memuji kepemimpinan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketimbang Jokowi. Sebab, bagaimanapun SBY tidak membiarkan rakyat Indonesia kelaparan akibat dampak dari stabilitas ekonomi.
"Kalau di era SBY, mirip kebijakannya seperti Presiden Soeharto, karena bagaimanapun mereka menjawab agar masyarakat perutnya kenyang. Walaupun lewat bantuan langsung tunai (BLT) banyak kontroversinya," sambungnya.
Menurutnya, Jokowi masih terbuai dengan situasi di kampanye pada saat pemilihan presiden (pilpres), bagaimana rakyat masih terus dijanjikan bahwa stabilitas ekonomi bisa dikembalikan. Namun tidak ada jurus jitu yang dilakukan.
"Rupanya Jokowi- JK itu masih menganggap situasi ini (ekonomi melemah-red) seperti di kampanye, karena terus mengatakan kata-kata yang tenar abis, seperti agar masyarakat sabar, nanti bisa dikembalikan (stabilitas ekonomi Indonesia-red)," tutupnya.
"Sekarang ini pemerintah bicara yang riil saja, jangan lagi pakai teori akan lagi-akan lagi," kata Hendri dalam sebuah diskusi dikawasan Cikini, Jakarta, Minggu (6/9/2015).
Dia pun mengaku lebih memuji kepemimpinan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketimbang Jokowi. Sebab, bagaimanapun SBY tidak membiarkan rakyat Indonesia kelaparan akibat dampak dari stabilitas ekonomi.
"Kalau di era SBY, mirip kebijakannya seperti Presiden Soeharto, karena bagaimanapun mereka menjawab agar masyarakat perutnya kenyang. Walaupun lewat bantuan langsung tunai (BLT) banyak kontroversinya," sambungnya.
Menurutnya, Jokowi masih terbuai dengan situasi di kampanye pada saat pemilihan presiden (pilpres), bagaimana rakyat masih terus dijanjikan bahwa stabilitas ekonomi bisa dikembalikan. Namun tidak ada jurus jitu yang dilakukan.
"Rupanya Jokowi- JK itu masih menganggap situasi ini (ekonomi melemah-red) seperti di kampanye, karena terus mengatakan kata-kata yang tenar abis, seperti agar masyarakat sabar, nanti bisa dikembalikan (stabilitas ekonomi Indonesia-red)," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar