seks aktif mungkin pernah berpikir untuk mencegah kehamilan baik itu untuk menunda kehamilan maupun untuk menjaga jarak kehamilan. Pemerintah pun sudah mengadakan program KB yang mengenalkan pemakaian alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Namun beberapa orang tidak menyukai pemakaian alat kontrasepsi tersebut. Berbagai alasan telah dikemukakan, seperti timbulnya efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi tersebut seperti bertambahnya berat badan, timbulnya jerawat, nyeri saat haid, ataupun berkurangnya kenyamanan saat melakukan hubungan seks dengan pasangan. Ketidaknyamanan dalam pemakaian alat kontrasepsi ini membuat Anda mencari-cari cara untuk mencegah terjadinya kehamilan, seperti melakukan oral seks ataupun anal seks.Anda mungkin berpikir dengan tidak memasukkan alat kelamin pria ke dalam alat kelamin wanita, dapat mencegah masuknya sperma saat terjadi ejakulasi sehingga kehamilan tidak mungkin terjadi. Namun harus diingat juga, bahwa melakukan oral seks apalagi anal seks dapat menimbulkan efek yang jauh lebih berbahaya.
Ketika melakukan anal seks, pria akan memasukkan alat kelaminnya ke dalam lubang anus pasangannya. Tentunya keadaan ini tidak higienis sama sekali karena lubang anus merupakan tempat keluarnya kotoran. Dari perilaku anal seks ini dapat timbul berbagai macam penyakit, bahkan anal seks dianggap sebagai perilaku seks yang paling berisiko.
Berikut beberapa risiko dan dampak dari hubungan seks melalui lubang dubur (anal seks):

Tidak ada komentar:
Posting Komentar