Sabtu, 26 September 2015

kontrasepsi joz

pilihlah kontrasepsi yang aman dan tahan lama sesuai kebutuhanmu.
WANITA sering kali dibuat bingung dengan banyaknya pilihan alat atau obat kontrasepsi. Apa itu pil progestin atau pil kombinasi? Bagaimana dengan IUD? Apakah itu memengaruhi kesempatan memiliki anak nantinya? Atau lebih baik pakai kondom saja?
Setiap alat dan obat kontrasepsi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keputusan wanita atau pasangan. Berikut adalah beberapa metode pengendalian kelahiran yang paling umum, yang bisa Anda konsultasikan dengan dokter atau bidan.
Pil kombinasi
Seperti dilansir dari Health, Sabtu (26/9/2015), ini adalah pil kontrasepsi (atau bisa disebut pil KB) andalan yang masih 99 persen efektif mencegah kehamilan bila diminum di waktu yang sama setiap hari. Obat jenis ini juga dikenal dapat melancarkan menstruasi.
Namun, ini sebaiknya dihindari perokok dan orang-orang usia 35 atau lebih. Estrogen dapat menyebabkan pembekuan darah yang berbahaya. Jika Anda menderita migrain, Anda juga harus berhenti sejenak karena dapat memicu sakit kepala yang menyakitkan.
Pil progestin
Dikenal sebagai pil mini, obat progestin ini tidak mengandung estrogen. Mereka lebih aman bagi perokok, penderita diabetes, dan pasien penyakit jantung, serta mereka yang berisiko untuk mengalami pembekuan darah. Pil ini juga tidak mengurangi jumlah ASI untuk wanita yang menyusui.
Jika Anda memiliki kesulitan mengingat untuk mengambil pil Anda pada waktu yang sama setiap hari, pil progestin mungkin tidak baik untuk Anda. Mereka perlu diminum pada waktu yang sama setiap hari. Jika Anda terlambat lebih dari tiga jam, gunakan metode cadangan.
Extended-cycle pill
Pil ini mencegah kehamilan dan memungkinkan Anda untuk menstruasi hanya setiap tiga bulan. Pil ini tidak terbukti membayakan wanita yang tidak dapat menstruasi, tapi masih belum ada penelitian jangka panjang untuk menunjukkan bahwa itu aman.
IUD
IUD adalah alat kontrasepsi non-oral yang dibuat dari tembaga yang ditanam ke dalam rahim untuk mencegah sperma mencapai sel telur. Beberapa alat bekerja dengan melepaskan hormon. Intrauterine device kepanjangan dari IUD terbukti 99 persen efektif dan bisa bertahan selama 10 tahun.
Beberapa dokter menyarankan perangkat ini hanya untuk wanita yang telah melahirkan. Saat perangkat ini ditanam, rahim Anda melebar dan menyebabkan rasa sakit pada wanita yang belum memiliki anak. Jika Anda berencana memiliki anak dalam satu atau dua tahun, jangan pilih alat kontrasepsi ini.
Diafragma
Ini juga merupakan alat kontrasepsi non-oral yang terbuat dari karet dan berbentuk seperti kubah. Diafragma yang dimasukkan ke dalam leher rahim atau serviks mencegah sperma membuahi telur dan ini harus selalu digunakan dengan spermisida. Untuk memasang ini, bantuan dokter diperlukan.
Jika berat badan Anda cenderung berfluktuasi (naik turun cepat) lebih dari lima kilo dalam satuan waktu, diafragma mungkin tidak bekerja. Anda mungkin ingin mempertimbangkan pilihan lain. Jika Anda mengalami toxic shock syndrome, Anda tidak harus menggunakan diafragma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar