Kamis, 03 September 2015

Desainer Indonesia Siap Unjuk Koleksi di Paris

Desainer Indonesia Siap Unjuk Koleksi di Paris
Desainer Indonesia siap unjuk koleksi di Paris
KARYA Indonesia semakin diakui dunia. Terbukti, sederet nama yang tergabung di Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan label diberi kesempatan untuk unjuk koleksi di Paris.
Indonesia Fashion Week memberikan kesempatan kepada desainer maupun label Indonesia yang siap secara kualitas mempromosikan produknya ke pasar global melalui pameran dagang. Hal ini didukung dan difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian melalui pameran dagang bergengsi Who's Next yang sebelumnya dikenal dengan nama Pret a Porter.
Pameran dagang internasional ini berlangsung di Private Area, Stand A68 Hall 2.2, the Parc des Expositions, Porte de Versailles, Paris, mulai 4-7 September 2015. Pihak Who's Next yang sempat mengunjungi Indonesia Fashion Week 2015 telah melakukan kurasi terhadap delapan desainer dan label Indonesia yang terpilih untuk mempresentasikan koleksinya di pameran dagang tersebut.

Para desainer dan label Indonesia yang terpilih adalah Ali Charisma, D'Tale, Flobamore, Lenny Agustin, Ming, Oka Diputra, Sav Lavin, dan Sofie Design. Mereka adalah desainer yang sudah berpengalaman di industri fesyen Indonesia dan masih ada yang terbilang baru.
"Saya kagum dengan para desainer yang ingin mengibarkan bendera fesyen Indonesia di luar negeri. Saya lihat teman-teman fesyen sudah mulai tumbuh dengan adanya brand baru dan sudah mendudukkan road map," tutur Euis Saedah, Dirjen Industri Kecil Menengah, Kementerian Perindustrian, saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin (31/8/2015).
Ali Charisma, Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden Direktur Indonesia Fashion Week (IFW) berharap desainer dan label yang mendapat kesempatan untuk mengikuti Who's Next dapat belajar banyak hal untuk memperkuat sektor bisnisnya yang berbasis B2B. Kemudian, mereka dapat mentransfer pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya kepada para pelaku industri fesyen di Indonesia agar dapat berkembang bersama-sama.
"Tujuannya adalah ingin belajar standar yang ada agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah suatu hari nanti. Lalu, teman-teman desainer melakukan riset untuk nantinya bisa diaplikasikan di Indonesia, sehingga dapat mensejajarkan fesyen Indonesia dan luar. Ini sebagai peluang untuk bekerja sama antara desainer dan pengusaha," pungkas Ali Charisma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar